Sarapan Dapat Cegah Penyakit Jantung

October 22nd, 2008 by bayu

Banyak orang yang tidak melakukan sarapan pagi, dikarenakan kesibukan di pagi hari untuk segera berangkat kerja atau sekolah. Atau mungkin juga karena anggapan yang salah, bahwa dengan tidak sarapan pagi akan membantu menurunkan berat badan.

Sebaliknya, tidak mengkonsumsi sarapan pagi dapat membuat berat badan bertambah, dan malah berisiko untuk menderita penyakit jantung, demikian hasil dari penelitian terbaru yang dilakukan. Wanita sehat yang tidak sarapan selama dua minggu akan mengkonsumsi makanan yang lebih banyak pada siang dan malam harinya. Hasilnya, kadar kolesterol LDL (kolesterol ‘buruk’) akan meningkat dan kepekaan terhadap hormon insulin akan menurun, dibanding dengan wanita yang mengkonsumsi sarapan pagi setiap harinya.

Kadar kolestorol LDL yang tinggi dan gangguan kepekaan insulin merupakan faktor risiko utama untuk menderita penyakit jantung.

Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari sarapan maupun tidak sarapan pagi terhadap kalori yang masuk dan dibakar sepanjang hari dan hubungannya dengan insulin, kadar kolesterol dan glukosa pada 10 wanita sehat dengan berat badan normal.

Selama 2 minggu, wanita tersebut mengkonsumsi sarapan pagi yang berisi semangkuk sereal dengan 2% susu pada jam 7 dan 8 pagi. Kemudian pada jam 10.30 dan 11.00, mereka diberikan makanan kecil berupa permen batangan. Kemudian mereka mengkonsumsi dua menu tambahan dan makanan ringan setiap harinya.

Setelah 2 minggu berlalu, para wanita tersebut mengikuti panduan baru dengan tidak mengkonsumsi sarapan pagi. Dan hanya mengkonsumsi sereal di waktu makan siang, sekitar pukul 12.00 siang. Kemudian mereka mengkonsumsi dua menu tambahan dan makanan ringan setiap hari selama dua minggu tersebut.

Hasilnya menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi sarapan pagi, kalori yang masuk lebih rendah 100 kalori dibanding dengan saat mereka tidak mengkonsumsi sarapan pagi. Dan kolesterol ‘buruk’, LDL, lebih rendah pada saat mereka mengkonsumsi sarapan pagi. Selain itu, sarapan pagi membuat respon insulin juga lebih baik, yang berarti risiko untuk menderita Diabetes juga menurun.

Walaupun tidak ada perbedaan berat badan bila mengkonsumsi sarapan pagi maupun tidak, tapi dengan peningkatan kolesterol dan kadar insulin saat tidak mengkonsumsi sarapan pagi, membuat mereka berisiko untuk menderita penyakit jantung di kemudian hari.

Sumber: the American Journal of Clinical Nutrition

Tempe

June 29th, 2008 by bayu

minggu ini bangun siang. sebenere seperti biasa. bangun pagi. mandi. nyuci. nah abis nyuci tidur lagi. apa enak ? bagi ku itu enak. kan aku yang nglakoni.

bangun siang jam 11. langsung keluar rumah. pergi ke warung nasi. yah beli sarapan lah. sarapan kok jam 11 ? kan itu udah siang ? cuek aja lah. la wong aku yang nglakoni. suka-suka aku dong :p

ternyata cuman beli nasi pecel. yah gpp lah. nasi pecel kan juga makanan. bisa buat sarapan. jadi ya itu ae yang aku makan. biasanya kan nasi pecel tu lauknya penyek ato rempenyek. kalo disini aku minta tempe. pake lauk tempe. tapi sayang. tempe nya tinggal 1 biji. ya udah itu aja. trus tambahan lauknya pake menjeng.

udah makan enak, sampe selesai. eh pas mo bayar tempe lainnya udah ada. wah. kayae yang jual sentimen ni ma aku. padahal dari tadi ngebet kepengen makan tempe banyak. walah. akhirnya ya udah gitu aja. bayar tu nasi pecel. cuman habis 3000 perak. sisanya buat tempe. :p

biar kapok tu yang jualan nasi pecel. hahahah. akhirnya kesampean juga makan tempenya.